Aklamasi Munas VI PERSINAS ASAD Percayaan Ketu Umum kepada H. Sukur

Berbagi :

Jakarta,  – Musyawarah Nasional (Munas) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 secara resmi menetapkan Marsma TNI (Purn) H. Sukur sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD periode 2026–2031. Penetapan tersebut dilakukan melalui aklamasi, setelah seluruh peserta Munas menyatakan persetujuan tanpa keberatan.

Aklamasi dipilih sebagai mekanisme penetapan karena dinilai mencerminkan soliditas dan kepercayaan penuh pengurus daerah terhadap sosok H. Sukur. Suasana Munas berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, menandai komitmen bersama menjaga persatuan organisasi.

Selain Ketua Umum, Munas VI juga mengesahkan jajaran pengurus inti PB PERSINAS ASAD. Weda Hendragiri, S.Pd., MM dipercaya menjabat Sekretaris Umum, sedangkan posisi Bendahara Umum diamanahkan kepada Ridhan Nandari, S.Pd., SE untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, H. Sukur menegaskan bahwa kepemimpinan di PERSINAS ASAD bukanlah kerja individual.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa Ketua Umum tidak bisa berjalan sendiri. Organisasi ini harus dijalankan bersama, dengan arahan Guru Besar, Dewan Pembina, serta dukungan seluruh pengurus daerah,” ujar H. Sukur.

Ia juga menyinggung keterbatasan jangkauan pengurus pusat dalam membina anggota di seluruh daerah. Menurutnya, peran pengurus provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan organisasi.

“Pengurus pusat tidak mungkin menjangkau seluruh wilayah. Karena itu, komunikasi, kerja sama, dan musyawarah di daerah harus terus diperkuat,” katanya.

Lebih lanjut, H. Sukur menekankan bahwa keberhasilan pembinaan pencak silat ASAD bergantung pada kekompakan dan konsistensi organisasi. Ia mengingatkan agar setiap program dijalankan dengan niat yang ikhlas dan penuh tanggung jawab.

“Soliditas adalah kekuatan kita. Jika organisasi dijalankan dengan niat yang lurus dan ridho Allah SWT, insya Allah PERSINAS ASAD akan terus berkembang,” tegasnya.

Terkait dinamika internal, H. Sukur menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan.

“Saya bukan orang yang paling benar. Kritik, saran, dan nasihat sangat saya butuhkan agar setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara organisasi,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PB PERSINAS ASAD periode sebelumnya, Agus Susarso, atas dedikasi dan pengabdian selama memimpin organisasi. H. Sukur berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat persaudaraan.

Dengan terbentuknya kepengurusan PB PERSINAS ASAD periode 2026–2031, Munas VI diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi yang lebih solid, profesional, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan pencak silat Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Daftar Isi [Tutup]

    Lebih baru
    Lebih lama

    0 Komentar

    Posting Komentar

    Terima Kasih atas komentar anda. Yuk bagikan informasi ini kepada teman anda!

    pasang