Tambak Oso Kondusif, Ketua LDII Jatim: Jangan Biarkan NU-LDII Diadu Domba Mafia Tanah
SURABAYA, Bangkitpos.com – Ketua DPW LDII Jawa Timur, Ir. KH. Moch. Amrodji Konawi, SE., MT., IPM., memberikan pernyataan tegas dan menyejukkan terkait situasi terkini di lahan Tambak Oso, Sidoarjo. Beliau menekankan pentingnya menjaga kerukunan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan LDII agar tidak tergerus oleh provokasi pihak luar yang mencoba mempraktikkan modus mafia tanah berkedok agama.
Pernyataan ini disampaikan Kyai Amrodji di hadapan jamaah dalam sebuah acara pengajian rutin LDII, pasca ketegangan yang sempat memuncak pada Jumat, 2 Januari 2026. Beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena rencana pengerahan massa yang dibungkus dengan agenda peletakan batu pertama pembangunan Gedung Diklat NU yang dilanjutkan acara istighosah di lahan sengketa yang dikhawatirkan memicu bentrokan fisik di lapangan ternyata tidak terjadi.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, situasi di Tambak Oso tetap aman dan kondusif. Tidak terjadi insiden benturan yang selama ini menjadi kekhawatiran kita bersama. Ini adalah buah dari kesabaran dan kedewasaan semua pihak dalam menjaga ukhuwah Islamiyah di Jawa Timur,” ujar KH. Amrodji kepada awak media.
Beliau berharap agar hubungan antara NU dan LDII Jawa Timur yang selama ini dikenal rukun, guyub, dan kompak dapat terus ditingkatkan demi pembinaan umat. KH. Amrodji mengingatkan bahwa sinergi dakwah jangan sampai terganggu oleh persoalan sengketa lahan yang sengaja dipicu oleh pihak ketiga yang ingin mengambil keuntungan dari konflik horizontal.
“Hubungan NU dan LDII di Jawa Timur ini sangat harmonis. Kami ingin keharmonisan ini terus terjaga. Jangan sampai ada pihak-pihak luar yang menari-nari di atas ketidaktahuan kita mengenai status hukum lahan yang sebenarnya, lalu mencoba membenturkan kita,” pesannya dengan penuh ketenangan.
Lebih lanjut, KH. Amrodji mengingatkan agar saudara-saudara ormas keagamaan tidak terperdaya oleh taktik licik pihak luar yang mencoba menyeret institusi mulia ke dalam tindakan pendudukan tanah tanpa hak melalui instrumen wakaf di bawah tangan yang cacat hukum. Menurutnya, modus wakaf tanpa alas hak yang sah merupakan bentuk "penyucian" aset bermasalah yang sangat berisiko secara pidana.
“Kami berharap saudara-saudara kita di ormas keagamaan tidak terjerat oleh iming-iming wakaf yang prosedurnya melanggar aturan. Setiap tindakan menduduki lahan secara sepihak memiliki risiko hukum serius, termasuk ancaman Pasal 167, 385, hingga 170 KUHP tentang penyerobotan dan kekerasan secara bersama-sama. Kita harus waspada terhadap upaya penyelundupan hukum ini,” tegas beliau.
KH. Amrodji menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan moral dan bantuan hukum sepenuhnya kepada atas nama pemilik lahan sah bernama Ellok Wahiba dan Fathur Royyan yang merupakan warga LDII. Baginya, mempertahankan objek tanah Tambak Oso adalah perjuangan menjaga amanah umat, karena lahan tersebut dibeli dari hasil iuran dan sumbangan warga dalam pengajian-pengajian LDII selama bertahun-tahun.
“Tanah ini adalah amanah umat yang dibeli dari uang keringat jamaah pengajian. Setiap rupiah yang disumbangkan adalah doa dan harapan mereka untuk masa depan dakwah. Kami memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk memastikan aset ini tidak dijarah oleh mafia tanah melalui rekayasa hukum apapun. Ini adalah harga mati yang harus kami jaga demi kehormatan jamaah,” ujar KH. Amrodji dengan nada bergetar namun tegas.
Beliau menegaskan bahwa LDII secara organisasi tidak terlibat sebagai pihak yang berperkara langsung, namun tetap berdiri tegak di koridor hukum untuk memastikan keadilan bagi warganya.
"Kami tidak akan rela sejengkal pun tanah milik jamaah kami diambil tanpa hak. Perjuangan di Tambak Oso adalah perjuangan melawan kezaliman praktik kotor yang merusak tatanan hukum di Jawa Timur, yang salah satu pelakunya sudah divonis bersalah dan menjalani hukuman pidana," imbuhnya.
Kyai Amrodji meyakini bahwa kondusifnya situasi ini merupakan peran besar dari banyak pihak.
"Kami yakin bahwa kondusifnya situasi ini adalah peran besar dari banyak pihak termasuk Ibu Gubernur Jatim, Bapak Kapolda Jatim, serta beberapa Tokoh Jatim yang sempat kami datangi sebelumnya sebagai wujud ikhtiar lahiriah menjaga ukhuwah umat. Oleh karenanya, atas nama masyarakat khususnya warga LDII, kami mengucapkan banyak terima kasih," ungkapnya tulus.
Menatap masa depan, beliau berharap urusan sengketa ini tetap berada pada jalur hukum yang murni tanpa intervensi kekuatan massa.
“Kedepan kami berharap tidak ada ormas apapun, baik ormas kepemudaan apalagi ormas keagamaan yang terlibat atau dilibatkan dalam urusan Tanah Tambak Oso. Biarkan proses hukum sampai final menyelesaikan urusan ini, biarkan kebenaran berproses menuju jalannya,” tegas Kyai Amrodji.
Sebagai penutup, KH. Amrodji menilai bahwa kesadaran semua pihak untuk menahan diri dari tindakan nekat seperti pendudukan lahan ilegal adalah kemenangan bagi supremasi hukum. Beliau pun memohon doa agar proses hukum yang sedang berjalan di tangan Tim Hukum dapat segera tuntas secara transparan.
“Kami mohon doa agar perkara ini segera selesai secara legal-formal. Mari kita jaga marwah organisasi kita masing-masing. Jangan sampai niat mulia membangun sarana pendidikan atau dakwah justru dilakukan di atas lahan yang statusnya bermasalah secara hukum. Keadilan harus tetap menjadi panglima,” pungkas KH. Amrodji menutup pernyataannya.
Daftar Isi [Tutup]

Alhamdulillah...mafia tanah memang sdh sangat meresahkan. Apalagi jk pakai cara2 mengadu domba antar ormas
BalasHapusSemoga hukum bs tegak di kasus tambak Oso untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bahwa pemerintah tdk kalah dengan mafia tanah yg melanggar hukum
HapusAlhamdulillah
BalasHapusBrantas mafia tanah... Bismillah
BalasHapusMONGGO DO'A BERDIRI DIATAS TANAH TAMBAK OSO : " Ya ardlu Robbi warobbukillah........." dst mafia tanah agar diperingatkan oleh Alloh
BalasHapusAlhamdulillah, semoga Alloh paring kebarokahan. Aamiin
BalasHapusAlhamdulillah Alloh tidak menyi nyiakan perjuangan hambanya yg iman
BalasHapusMasyaallloh luar biasa Bapak Ketua LDII Jatim. Salut deh. Salam sukses selalu aamiin
BalasHapusAlhamdulillah semoga peristiwa ini menjadi pengalaman yang berharga dan tidak terulang di trmpat lain ataupun fi mada mendatang
HapusAlhamdulillah
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusDalam memperjuangkan hak memang dibutuhkan keteguhan hati, keuletan dan keyakinan akan hasil dari usaha tersebut, semoga berhasil dan lancar, amiin
BalasHapusBerantas Markus dan penghianat bangsa yg adu domba anak bangsa sudah rukun LDII dengan NU dan ormas Islam lainnya
BalasHapusBerantas mafia tanah, jangan tergiur wakaf anomali!
BalasHapusAlhamdulillah.mugi² tanahny tetap aman,warga LDII & NU tetap guyub rukun.Amiinnn....
BalasHapusSemoga Alloh paring kelancaran semuanya
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusKita tetap bisa menjaga kesatuan dan ukhuwah persaudaraan antar umat islam yg hampir di adu domba oleh Maria tanah...
Alhamdulillah, tidak sampai terjadi hal hal yg tidak diinginkan, tetap sabar jangan sampai terprovokasi oleh pihak yang mengadudomba. semoga Alloh paring prosesnya mudah aman selamat lancar dan barokah.
BalasHapusTetap HUSNUDZON billahh... Wamakaru wamakarolloh.. Wallohu khoirul makiriin
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusSemoga Alloh paring aman lancar barokah
BalasHapusSemoga selamat aman lancar barokah
BalasHapusLancar barokah
BalasHapusAlhamdulillah semoga selalu aman selamat dan barokah utk semua amiinj
BalasHapusAlkhamdulillah...berkat doa sluruh jamaah,dan semua pertolongan dari Allah..
BalasHapusSemoga Alloh paring selamet aman lancar barokah. Semangat lur 💪
BalasHapusalhamdulillah mudah2an LDII dan NU terus rukun kompak tidak mudah di adu domba oleh mafia tanah
BalasHapusAlhamdulillah..alloh paring keadilan...yg barokah
BalasHapus