Ratusan Hektare Sawah Terendam, Petani Gresik Terpaksa Gagal Tanam
Gresik – Bangkit Pos - Musim hujan yang seharusnya membawa harapan bagi petani justru berubah menjadi kekecewaan. Luapan air Sungai Kalilamong kembali merendam kawasan pertanian di Kabupaten Gresik, menyebabkan ratusan hektare sawah gagal ditanami.
Di Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, sedikitnya 216 hektare lahan pertanian tenggelam sejak banjir melanda pekan lalu. Kondisi ini membuat para petani merugi jutaan rupiah karena bibit padi yang baru disebar rusak dan hanyut terbawa arus.
Kepala Desa Gluranploso, Laman, menjelaskan bahwa hampir seluruh area pertanian di desanya terdampak.
“Hampir 100 persen sawah terendam. Bibit yang baru ditanam hilang semua. Petani jelas merugi karena ini seharusnya masa tanam pertama,” ungkapnya, Senin (17/11/2025).
Menurut Laman, setiap hektare membutuhkan sekitar 100 kilogram bibit dengan nilai kurang lebih Rp 1,5 juta. Kerugian makin terasa karena petani harus mengulang proses tanam dari awal setelah banjir benar-benar surut.
Ia menambahkan, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan BPBD Gresik untuk melakukan penanganan setelah air surut.
“Alat berat sudah diajukan agar pembendungan darurat bisa segera dikerjakan ketika banjir turun,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, menyampaikan bahwa banjir akibat meluapnya Kalilamong berdampak pada lima desa di tiga kecamatan. Selain merendam rumah dan fasilitas umum, luapan air juga menghancurkan ratusan hektare lahan pertanian.
Saat ini, air mulai berangsur surut. Namun proses pemulihan lahan diperkirakan berlangsung lama karena sebagian besar areal sawah tertutup lumpur tebal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Daftar Isi [Tutup]

0 Komentar
Posting Komentar
Terima Kasih atas komentar anda. Yuk bagikan informasi ini kepada teman anda!