Ribuan Peserta Napak Tilas NU Padati Surabaya Jelang 1 Abad

Berbagi :

Surabaya - Bangkit Pos, Rangkaian Napak Tilas Isyaroh Pendirian Nahdlatul Ulama (NU) menjelang peringatan 1 Abad NU terus bergulir. Ribuan jemaah dari berbagai daerah mulai memadati Surabaya pada Minggu (4/1/2026), salah satunya rombongan besar yang bertolak dari Bangkalan, Madura, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jombang.

Perjalanan jemaah asal Bangkalan dilakukan melalui jalur laut. Sekitar 30 perahu nelayan diberangkatkan secara bersamaan dari Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Ujung dan Dermaga Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya. Selain itu, dua unit kapal feri juga dikerahkan untuk mengangkut peserta dengan sistem bolak-balik sebanyak dua kali pelayaran.

Panitia lapangan, Moh Nasir (45), yang juga merupakan Pengurus Rayon IKSAS Surabaya, menjelaskan bahwa skema penyeberangan telah disiapkan agar seluruh jemaah dapat tiba dengan aman dan tertib. “Kapal feri melakukan dua kali angkut, sementara sekitar 30 sampan diberangkatkan serentak,” ujarnya.

Menurut data panitia, jumlah jemaah yang tercatat secara resmi mencapai sekitar 1.100 orang. Namun, antusiasme masyarakat diperkirakan jauh lebih besar. Ribuan peserta lainnya memilih bergabung secara mandiri menggunakan kendaraan pribadi, sehingga total peserta diperkirakan mencapai 3.000 hingga 4.000 orang.

“Yang terdaftar sekitar seribuan, tapi simpatisan yang berangkat sendiri jauh lebih banyak. Ada yang langsung menuju Ampel tanpa bergabung dalam rombongan resmi,” kata Nasir.

Peserta napak tilas tidak hanya berasal dari Madura dan Jawa Timur. Jemaah juga datang dari berbagai wilayah Nusantara, seperti Jawa Barat, Lombok, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, hingga Bandung, mencerminkan luasnya keterlibatan warga Nahdliyin.

Setibanya di Surabaya, seluruh jemaah dipusatkan di kawasan Ampel. Di lokasi tersebut, panitia gabungan melakukan pengaturan teknis perjalanan darat. Sebanyak 12 unit bus—termasuk bus milik TNI Angkatan Laut—serta 10 truk disiagakan untuk mengangkut peserta menuju Jombang.

Selama transit di Ampel, jemaah melaksanakan rangkaian ibadah bersama, mulai dari salat dhuhur dan ashar berjemaah, dzikir, hingga tahlil, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Persiapan kegiatan ini telah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Panitia berada di bawah koordinasi PCNU, dengan pembagian tugas lapangan yang tersebar di sejumlah titik strategis di Surabaya, seperti Ampel dan Bubutan.

Sejumlah tokoh dan dzurriyah para muassis NU turut hadir dalam rombongan. Di antaranya keluarga KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo, keluarga KH Rajen Samsul Arifin, serta cucu KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy. Ketua Panitia Nasional, KH Imam Buhori, juga dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Nasir menilai besarnya partisipasi jemaah menjadi bukti kuatnya ikatan emosional warga NU terhadap sejarah pendirian jam’iyah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan upaya meneladani nilai perjuangan para pendiri NU.

“Napak tilas ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat jihad, pengabdian, dan keikhlasan lillahi ta’ala sebagaimana dicontohkan para muassis NU,” tuturnya.

Setelah tiba di Jombang, rombongan akan mengikuti kirab dan doa bersama sebagai puncak peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama versi Masehi.

Daftar Isi [Tutup]

    Lebih baru
    Lebih lama

    0 Komentar

    Posting Komentar

    Terima Kasih atas komentar anda. Yuk bagikan informasi ini kepada teman anda!

    pasang