Bukan Hanya Venezuela, Presiden Negara Tetangga RI Pernah Ditangkap AS

Berbagi :

Sejarah hubungan internasional mencatat bahwa Amerika Serikat tidak hanya sekali terlibat langsung dalam penangkapan pemimpin negara asing. Peristiwa-peristiwa tersebut umumnya terjadi dalam situasi konflik geopolitik, operasi militer lintas negara, maupun penegakan hukum internasional yang menimbulkan polemik global.

Perhatian dunia kembali tertuju pada isu ini pada awal 2026, menyusul laporan yang menyebut Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, ditangkap dalam sebuah operasi yang dikaitkan dengan Amerika Serikat. Informasi tersebut menyebutkan bahwa Maduro diamankan dan dibawa keluar dari Venezuela untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, meski hingga kini detail resmi peristiwa tersebut masih terus dikonfirmasi.

Kabar tersebut memicu ketegangan di dalam negeri Venezuela. Situasi keamanan di Caracas dilaporkan meningkat, sementara respons masyarakat dan komunitas internasional beragam. Sejumlah negara menyerukan klarifikasi, sementara lainnya menyoroti implikasi hukum dan politik dari penangkapan kepala negara oleh kekuatan asing.

Namun, kasus Venezuela bukanlah satu-satunya dalam catatan sejarah. Negara tetangga Indonesia, Filipina, juga pernah mengalami peristiwa serupa pada awal abad ke-20. Emilio Aguinaldo, Presiden pertama Filipina, ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat pada tahun 1901 dalam konteks Perang Filipina–Amerika. Penangkapan tersebut menjadi titik balik penting yang melemahkan perlawanan bersenjata dan mempercepat berakhirnya konflik.

Selain Filipina, Amerika Serikat juga tercatat menangkap pemimpin negara lain dalam operasi militer di era modern. Mantan Presiden Irak Saddam Hussein ditangkap pada Desember 2003, beberapa bulan setelah invasi AS ke Irak. Penangkapannya menjadi simbol runtuhnya rezim Saddam, sebelum ia diadili oleh pengadilan Irak.

Kasus lain terjadi di Panama pada 1990. Manuel Noriega, pemimpin de facto negara tersebut, ditangkap dalam Operasi Just Cause. Setelah diamankan, Noriega dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum atas berbagai tuduhan, termasuk keterlibatan dalam kejahatan narkotika.

Penangkapan pemimpin negara oleh kekuatan asing kerap menimbulkan perdebatan luas di tingkat internasional. Isu kedaulatan negara, legitimasi hukum internasional, hingga dampaknya terhadap stabilitas regional menjadi sorotan utama dalam setiap peristiwa serupa.

Dengan munculnya kembali laporan penangkapan Presiden Venezuela, diskursus global mengenai batas kewenangan negara adidaya dan perlindungan terhadap kedaulatan negara kembali mengemuka. Dunia kini menanti bagaimana proses hukum akan berjalan serta bagaimana dampaknya terhadap tatanan politik regional dan internasional ke depan

Daftar Isi [Tutup]

    Lebih baru
    Lebih lama

    0 Komentar

    Posting Komentar

    Terima Kasih atas komentar anda. Yuk bagikan informasi ini kepada teman anda!

    pasang