Intelijen Kejati Kuliah Kebangsaan untuk Santri Ponpes Al Ubaidah

Berbagi :
NGANJUK — Ada atmosfer yang tak biasa di aula utama Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Nganjuk, Kamis (29/1). Aula pesantren yang biasanya dipenuhi kajian kitab Qur'an dan Hadits, hari itu menjadi ruang dialog kebangsaan ketika jajaran intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur hadir membekali lebih dari seribu calon muballigh (juru dakwah) LDII. Sebuah perjumpaan yang menandai semakin cairnya ruang kolaborasi antara pesantren dan institusi negara.
“Santri hari ini adalah penjaga masa depan bangsa, bukan hanya penjaga kitab,” ujar salah satu pemateri dari Kejati Jatim saat membuka sesi, sebuah kalimat yang langsung memantik perhatian para santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang diprakarsai DPW LDII Jawa Timur ini menghadirkan Abdullah, Analis Data dan Informasi Bidang Intelijen Kejati Jatim, sebagai pemateri utama. Abdullah dikenal sebagai figur intelijen yang berpengalaman tapi komunikatif. Di pesantren Al Ubaidah ini, ia tampak menyatu dengan ritme dunia santri. Di hadapan ribuan peserta, ia menegaskan posisi strategis pesantren dalam kehidupan berbangsa.

“Pesantren adalah benteng sosial, bukan ruang tertutup. Di sinilah nilai moderasi tumbuh dan disemai,” tegas Abdullah dalam pemaparannya.

Bagi Abdullah, masuk ke jantung pengaderan santri Al Ubaidah merupakan langkah yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menilai pendekatan dialogis jauh lebih efektif dalam membangun kesadaran kritis santri terhadap isu radikalisme dan intoleransi.

“Radikalisme tidak selalu datang dengan wajah keras. Kadang ia hadir melalui bahasa agama yang terdengar lembut. Di sinilah santri dituntut cerdas memilah,” ungkapnya dengan gaya santai namun penuh bobot.

Abdullah hadir didampingi Kasi II Bidang Intelijen Kejati Jatim, Dwi Setyadi. Dwi menegaskan bahwa kehadiran Kejati di pesantren merupakan bagian dari pendekatan preventif yang humanis.

“Negara hadir di pesantren bukan untuk menggurui, melainkan berdialog dan menguatkan. Kami ingin para calon juru dakwah memiliki bekal wawasan yang utuh sebelum terjun ke masyarakat,” ujar Dwi Setyadi.
Kolaborasi ini tak lepas dari peran Ir. KH. Moch Amrodji Konawi, SE.,MT.,IPM., Ketua DPW LDII Jawa Timur, yang selama ini dikenal aktif membangun komunikasi lintas institusi. Di bawah kepemimpinannya, LDII Jatim menempatkan pembinaan kebangsaan sebagai bagian integral dari pengaderan muballigh.

“Kami ingin santri LDII tidak hanya kuat secara dalil Qur'an dan Hadits, tetapi juga mampu menjadi perekat sosial di tengah masyarakat yang majemuk,” kata Amrodji dalam sambutannya.

Ponpes Al Ubaidah sendiri memiliki posisi historis sebagai pesantren yang sejak awal dikenal menekankan kedisiplinan dan sistem pengaderan mencetak generasi profesional religius. Warisan itu kini bertemu dengan pendekatan kebangsaan kontemporer, tanpa kehilangan jati diri pesantren. Hadir pula dalam kegiatan tersebut pengasuh pondok Habib Ubaidillah Al Hasany, jajaran pengurus DPW LDII Jatim, serta tokoh-tokoh pesantren lainnya.

Dalam sesi materi, tim Kejati Jatim menekankan bahwa dakwah di era kini menuntut kepekaan sosial yang tinggi.

“Dakwah tidak cukup hanya benar secara teks, tetapi juga harus menenangkan dan menyatukan umat,” ujar Abdullah, yang disambut anggukan para santri.

Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Pada sesi diskusi, sejumlah santri mengaku mendapatkan perspektif baru tentang pentingnya memahami hukum dan konstitusi dalam berdakwah. Pembekalan ini dinilai memberi rasa percaya diri bagi calon muballigh untuk berdakwah secara santun, inklusif, dan bertanggung jawab.

Menutup rangkaian acara, perjumpaan di Kertosono ini menyisakan pesan yang kuat namun tenang: bahwa pesantren dan aparat penegak hukum dapat berjalan seiring dalam menjaga harmoni sosial. Dari Ponpes Al Ubaidah, sebuah narasi kebangsaan dirajut—tanpa gaduh, tanpa frontal, tetapi penuh makna bagi masa depan dakwah dan Indonesia.

Daftar Isi [Tutup]

    0 Komentar

    Posting Komentar

    Terima Kasih atas komentar anda. Yuk bagikan informasi ini kepada teman anda!

    pasang