Pengusaha Muslim: Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Harus Dicabut!

SHARE:

Dede Sulaiman, Sekjen Aliansi Forum Pengusaha Muslim Peduli Negeri (AFPMPN)
BANGKITPOS.COM, JAKARTA - Aliansi Forum Pengusaha Muslim Peduli Negeri (AFPMPN) yang terhimpun dari pengusaha-pengusaha muslim seluruh Indonesia menyerukan agar Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017 ditolak, khususnya oleh DPR RI. Mereka menggelar acara dengan tema "Karena Bisnis Bukan Sekedar Untung Rugi Tapi Surga Neraka, Cabut Perppu Nomor 2 Tahun 2017, Produk Gagal Lagi Dzalim".

Baca juga:
Pengusaha Muslim dari Seluruh Indonesia Menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017
Pengusaha Muslim Serukan Agar DPR Menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017
Aliansi Forum Pengusaha Muslim Peduli Negeri Serukan Agar DPR Menolak Perppu Ormas 2/2017

Dalam acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Oktober 2017 di Sofyan Hotel Betawi Jl. Cut Mutia No. 9, Cikini, Menteng, Kota Jakarta Pusat, AFPMPN memberikan sikap tegasnya terhadap Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017.

Berikut materi yang disampaikan oleh Dede Sulaiman, Sekjen Aliansi Forum Pengusaha Muslim Peduli Negeri (AFPMPN) dalam acara tersebut:

Karena Bisnis dan Hidup Kita Bukan Sekedar Untung Rugi Tapi Dunia Akhirat, Maka Perppu No 2 Tahun 2017 Harus Dicabut !

Politik dan bisnis ibarat 2 sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu bisnis dan politik memiliki hubungan yang sangat erat dan saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Politik akan memberikan pengaruh yang sangat besar untuk perjalanan bisnis kita. Situasi politik yang tidak stabil akan mengakibatkan perekonomian yang merosot sehingga memiliki dampak besar terhadap bisnis yang sedang dijalankan.


Karena itu sebagai pengusaha atau pelaku bisnis kita tidak boleh abai terhadap kondisi politik yang sekarang terjadi walaupun mungkin tidak berhubungan secara langsung dengan bisnis yang sedang kita jalankan tapi secara tidak langsung pasti ada pengaruh dan hubungan dengan bisnis kita bahkan dalam kondisi tertentu bisa jadi mengancam bisnis kita.

Salah satu kebjakan politik saat ini yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk membungkam kelompok masyarakat yang kritis atau mereka yang mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, termasuk pengusaha khususnya pngusaha kecil dan menengah, malah pro kapitalis asing dan aseng adalah PERPPU No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan atas UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan atau sering disebut Perppu Ormas.

PERPPU ini memang tidak berhubungan langsung dengan pengusaha karena secara tekstual PERPPU ini mengatur tentang ormas dan anggotanya serta faham yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Tetapi kalau kita perhatikan secara serius maka kita akan melihat bahwa PERPPU ini sebenarnya bukan hanya mengatur tentang ormas tapi sebenarnya mengatur tentang kelompok yang berani menentang kebijakan rezim yang pro kapitalis. Bukan hanya Ormas, tapi bisa juga menyasar kepada masyarakat termasuk para pengusaha yang tidak pro rezim ini. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi yaitu latar belakang munculnya PERPPU dan dampak yang dihasilkan dari PERPPU ini.

Dari sisi munculnya PERPPU, tidak bisa dipungkiri lagi salah satu alasan munculnya PERPPU ini adalah kalahnya calon gubernur mereka yang didukung oleh para kapitalis (ingat proyek reklamasi, Meikarta,). Kekalahan calon gubernur mereka otomatis akan menggambar proyek proyek bisnis mereka. Kekalahan calon gubernur mereka ini, penyebabnya adalah penolakan dari beberapa ormas Islam yang kritis terhadap kebijakan gubernur saat itu yang sangat pro dan didukung penuh para kapitalis. Jadi tidak bisa dipungkiri lagi salah satu alasan munculnya PERPPU ini adalah kepentingan bisnis.

Suatu saat bisa saja gerakan anti riba atau pengusaha tanpa riba atau kelompok-kelompok sejenis kalau sedang masif dan mengganggu para bankir bisa dibubarkan dan pengurusnya bisa dikriminalkan karena dianggap bertentangan dengan Pancasila. Karena bunga menurut Pancasila boleh saja.

Kriminalisasi berdasarkan asosiasi. Para pengusaha atau pelaku bisnis yang mengganggu kepentingan para kapitalis bisa dituduh sebagai anggota atau simpatisan ormas yang sudah dibubarkan. (Ingat kasus mantan Menpora Adiyaksa Dault.

Sementara dari sisi dampaknya, PERPPU ini berisi pasal-pasal karet yang bisa digunakan untuk kepentingan penguasa. Beberapa fakta yang sudah terjadi dan mungkin akan terjadi jika PERPPU ini dibiarkan yang berhubungan dengan bisnis atau pelaku bisnis diantaranya:

Saat ini pemerintah begitu sewenang-wenangnya menaikkan tarif dasar listrik sehingga tidak sedikit pengusaha kecil yang gulung tikar akibat kenaikan TDL ini, dan sampai saat ini tidak ada aksi penolakan atau demonstrasi dari kelompok yang selama ini selalu mengkritisi kebijakan pemerintah yang dzolim ini karena ormasnya sudah dibubarkan dengan Perppu tersebut.

Keberpihakan pemerintah terhadap kapitalis asing, seperti yang tampak pada kasus Freeport, tidak ada lagi aksi penolakannya dari kelompok yang selama ini selalu mengkritisinya karena ormasnya sudah dibubarkan. Padahal menurut hukum Islam, sumberdaya alam merupakan hak kepemilikan semua warga masyarakat.

Masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang seharusnya dikritisi karena sarat dengan kepentingan sekularisasi, kapitalis asing dan aseng dll dengan harapan dapat diperbaiki, ternyata tidak bisa dilakukan karena PERPPU ini benar-benar menghilangkan hak kritis dari masyarakat.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Semua kerusakan ini suka tidak suka, bermula dari sekulerisasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara kita. Islam dipinggirkan sedemikian rupa atas nama toleransi dan keberagaman. Gaya hidup rusak sudah merajalela. Zina dan riba sudah menjadi santapan berita keseharian. Maka tak ada jalan lain, kecuali kembali pada Islam. Hanya dengan Islam semua akan kembali normal sesuai dengan aturan Allah Swt. Keberkahan dari langit dan bumi akan melimpahi negeri ini. 

Jadi, Cabut PERPPU-nya, karena ini produk kedzaliman.

Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, Laknat Allah bagi orang-orang yang dzalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat. (QS. Al Araf : 45)

Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang) benar. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar. (QS. Al Ahzab : 66-68)

Biarkan amar maruf nahi munkar dan dakwah untuk menyeru kepada Islam kaaffah, karena itu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. (QS. An Nahl : 125)

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar maruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksaNya dari sisiNya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepadaNya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

Biarkan aktivitas muhasabah lil hukam, menasihati penguasa, karena itu juga kewajiban syar'i. Ini juga bukti cinta rakyat pada pemimpinnya agar bisa memimpin dengan lurus dan penuh keberkahan.

'Dari Tamim al-Dari ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: 'Agama itu adalah nasihat'. Para sahabat bertanya: “Untuk siapa?” Nabi SAW bersabda: "Untuk Allah, kitab suci-Nya, Rasul-Nya, pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad. Lafal Muslim)

Terapkan syariah secara kaaffah karena itu adalah perintah Allah Swt dan satu-satunya solusi bagi negeri ini.

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu! (QS. Al Baqarah : 208)

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Araf : 96)

Wallahu alam bishawwab.

[bp]


COMMENTS

Nama

Berita,1041,Budaya,39,Daerah,58,Ekonomi,305,Hukum,205,Internasional,86,Kesehatan,18,Nasional,721,Opini,335,Pakar,276,Pembaca,5,Pendidikan,35,Politik,289,Redaksi,9,Redaktur,1,Sosial,79,Teknologi,29,Tokoh,74,Video,18,
ltr
item
Bangkit Pos: Pengusaha Muslim: Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Harus Dicabut!
Pengusaha Muslim: Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Harus Dicabut!
https://1.bp.blogspot.com/-f5BVDL7UvAw/WeG4kO1sbvI/AAAAAAAACkg/QBtRu92DnnY3nvjeHZJ-sdBrZTkpQBQ2QCLcBGAs/s640/IMG-20171014-WA0015.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-f5BVDL7UvAw/WeG4kO1sbvI/AAAAAAAACkg/QBtRu92DnnY3nvjeHZJ-sdBrZTkpQBQ2QCLcBGAs/s72-c/IMG-20171014-WA0015.jpg
Bangkit Pos
http://www.bangkitpos.com/2017/10/pengusaha-muslim-perppu-nomor-2-tahun.html
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/2017/10/pengusaha-muslim-perppu-nomor-2-tahun.html
true
7145129698342027077
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy