Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Ambisius

SHARE:

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi
BANGKITPOS.COM, JAKARTA - Peneliti senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai, penetapan target pertumbuhan ekonomi pemerintah terlalu ambisius. Hal itu pun dinilai dapat menyebabkan sejumlah masalah yang bertolak belakang dengan semangat meningkatkan perekonomian Indonesia.

Faisal menjelaskan, pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Faktanya, hingga tiga tahun bekerja, target itu belum tercapai.

"Enam persen saja tidak tercapai. Tiga tahun terakhir flat di kisaran 5 persen. Menurut saya, masalahnya adalah target yang terlalu ambisius dan tidak diikuti dengan langkah-langkah signifikan untuk mencapai target itu," kata Faisal ketika dihubungi Republika.

Faisal menilai, pemerintah belum bisa menyesuaikan target tinggi dengan kemampuan untuk mencapainya. Menurut Faisal, dari aspek pemerataan konsep nawacita cukup bagus. Ia menggarisbawahi program terobosan seperti pembangunan infrastruktur dari pinggiran patut mendapat apresiasi. Ia mengaku, Indonesia memang tertinggal cukup jauh dibandingkan negara lain.

Akan tetapi, Faisal mencatat sejumlah masalah berupa penentuan target pencapaian yang terlalu tinggi. Ia mencontohkan, di bidang energi, program percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sebesar 35 ribu megawatt. "Sebetulnya, secara realistis hal itu hanya bisa dicapai 50 persen sampai 2019," kata dia.

Target tinggi dalam pembangunan infrastruktur dinilai akan menyebabkan masalah karena butuh pendanaan besar. Seluruh sumber dana pemerintah termasuk dari APBN pun diarahkan untuk pembangunan tersebut. "Masalahnya kewajiban pemerintah dalam jangka pendek seperti peningkatan kesejahteraan dan menjaga daya beli masyarakat jadi terabaikan," katanya.

Untuk mencapai keseimbangan, kata Faisal pemerintah pun menggenjot penerimaan dari sisi perpajakan. Sayangnya, hal ini bersamaan dengan perlambatan ekonomi global yang turut berpengaruh ke domestik.

"Jadi untuk menggali pajak akan menjadi lebih sukar," kata Faisal.

Dalam kondisi ekonomi melambat, kata Faisal, biasanya negara lain akan melonggarkan pajak. Ketika kondisi ekonomi sudah membaik, baru pemerintah bisa menaikkan pajak sedikit demi sedikit. Pada saat bersamaan pemerintah berusaha mengejar penerimaan untuk membiayai infrastruktur.

Ini menjadi masalah karena penerimaan dipaksakan. "Kita melakukan amnesti pajak, penurunan PTKP. Sangat ekstensif dan sangat intensif. Ini kemudian memberikan dampak buruk pada ekonomi secara lebih luas," kata Faisal.

Ia mengaku, kebijakan itu berdampak pada penurunan daya beli masyarakat kelas menengah bawah. Meski daya beli masyarakat menengah ke atas meningkat, mereka tetap berupaya menahan konsumsi. Ini karena pemerintah melakukan pendekatan agresif dari sisi perpajakan.

Sementara itu, Faisal mencatat rapor terburuk kinerja di bidang ekonomi pemerintahan Jokowi adalah dalam pertumbuhan manufaktur. Ia mengaku, deindustrialisasi terus terjadi dalam 13 tahun terakhir.
"Iklim industri manufaktur di dalam negeri sangat tidak kondusif," kata Faisal.

Faisal mengaku, pemerintah belum mamou memberikan terobosan yang bagus di sektor manufaktur. "Ini berbahaya karena kunci untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan sustainableadalah dengan mempercepat manufaktur," kata Faisal. [rol]

COMMENTS

Nama

Berita,1041,Budaya,39,Daerah,58,Ekonomi,305,Hukum,205,Internasional,86,Kesehatan,18,Nasional,721,Opini,335,Pakar,276,Pembaca,5,Pendidikan,35,Politik,289,Redaksi,9,Redaktur,1,Sosial,79,Teknologi,29,Tokoh,74,Video,18,
ltr
item
Bangkit Pos: Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Ambisius
Pengamat: Target Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Ambisius
https://3.bp.blogspot.com/-EFj8GZWbQpM/WevPYfKoOrI/AAAAAAAACu0/HsA32awF6IkI7WF3NAPbEuVA2GnI4JM6ACLcBGAs/s640/ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi-_170222141705-596.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-EFj8GZWbQpM/WevPYfKoOrI/AAAAAAAACu0/HsA32awF6IkI7WF3NAPbEuVA2GnI4JM6ACLcBGAs/s72-c/ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi-_170222141705-596.jpg
Bangkit Pos
http://www.bangkitpos.com/2017/10/pengamat-target-pertumbuhan-ekonomi.html
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/2017/10/pengamat-target-pertumbuhan-ekonomi.html
true
7145129698342027077
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy