Pengamat LARAS Desak Agar Segera Hentikan Liberalisasi Migas

SHARE:

Fajar Afifudin
BANGKITPOS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan mengumumkan pemangkasan regulasi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) pada Rabu, (14/6/20170. Pemangkasan perijinan tersebut menurut Jonan sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia agar dapat meningkatkan iklim investasi di sektor ESDM. penyederhanaan izin akan membuat waktu yang diperlukan untuk mengurus proses perizinan menjadi lebih sedikit.

Sebagaimana dikutip dalam esdm.go.id Jonan mengatakan, "di subsektor migas melalui Permen ESDM Nomor 29/2017, memang nambah satu peraturan yakni Peraturan Menteri, tapi ini peraturan yang menyederhanakan perijinan dari 104 perizinan di sektor migas menjadi hanya 6 perizinan."

Menanggapi hal ini, Pengamat dari Lingkaran Analisis (LARAS) Fajar Afifudin mengatakan bahwa, “Indonesia masih dalam pusaran neo-liberalisme yang memiskinkan rakyat.” ujar fajar sebagaimana dikutip dalam kabarnasional.info.

Dikutip dalam laman tersebut Fajar menyampaikan kebijakan pembatasan subsidi BBM merupakan bentuk lain dari kebijakan pencabutan subsidi. Tujuannya dalam rangka menciptakan liberalisasi sektor migas Indonesia. Liberalisasi sektor migas artinya menyerahkan sektor hulu dan hilir migas dari tangan negara kepada mekanisme pasar. Dengan demikian liberalisasi dapat dimaknai sebagai privatisasi atau swastanisasi sektor migas Indonesia.

“Bagi rezim neoliberal, subsidi merupakan musuh negara. Karena itu subsidi harus dihapuskan agar pelayanan negara pada investor di sektor migas menjadi optimal.” imbuh Fajar sebagaimana dikutip dalam kabarnasional.info.

Diketahui bersama bahwa migas adalah salah satu sektor terpenting dalam sebuah negara. Oleh karena itu sektor ini diperebutkan oleh banyak pihak atau negara.

“Tanpa pasokan migas yang memadai dan ketersediaan infrastrukturnya, sebuah negara dapat goncang baik dari sisi ekonomi, industri, pelayanan publik, transportasi, militer, pangan, dan sosial. Karena itu negara-negara ideologis yang memahami letak strategis industri migas berupaya mengamankan sektor migasnya, tidak terkecuali AS.” ungkap Fajar dalam kabarnasional.info

Ia menyarakan agar tidak ada lagi liberalisasi pada sektor migas ini, khususnya di Indonesia.

"Jadi stop liberalisasi migas, kita harus bangkit.” pungkasnya fajar dalam kabarnasional.info. [bp]

COMMENTS

Nama

Berita,1041,Budaya,39,Daerah,58,Ekonomi,305,Hukum,205,Internasional,86,Kesehatan,18,Nasional,721,Opini,335,Pakar,276,Pembaca,5,Pendidikan,35,Politik,289,Redaksi,9,Redaktur,1,Sosial,79,Teknologi,29,Tokoh,74,Video,18,
ltr
item
Bangkit Pos: Pengamat LARAS Desak Agar Segera Hentikan Liberalisasi Migas
Pengamat LARAS Desak Agar Segera Hentikan Liberalisasi Migas
https://3.bp.blogspot.com/-ftZAyC95PgA/WZZYUXp9vEI/AAAAAAAAASI/Rd1oeFJxwGYVccNevHVB0mXCrVnLPXsfgCPcBGAYYCw/s1600/fajar%2Bafifudin%2BLARAS.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ftZAyC95PgA/WZZYUXp9vEI/AAAAAAAAASI/Rd1oeFJxwGYVccNevHVB0mXCrVnLPXsfgCPcBGAYYCw/s72-c/fajar%2Bafifudin%2BLARAS.jpg
Bangkit Pos
http://www.bangkitpos.com/2017/08/pengamat-laras-desak-agar-segera_17.html
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/
http://www.bangkitpos.com/2017/08/pengamat-laras-desak-agar-segera_17.html
true
7145129698342027077
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy